Daftar 3 film lokal yang akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 (Sumber foto: suara.com)

MarSphere - Kesuksesan perfilman Indonesia terus menarik perhatian dunia. Pada perhelatan Busan International Film Festival (BIFF) 2025 yang berlangsung pada 17-26 September di Busan, Korea Selatan, tiga film lokal Indonesia tampil perdana (world premiere). Kehadiran film-film ini menegaskan posisi perfilman nasional di panggung internasional film Asia yang bergengsi.

1. Rangga & Cinta

Film ini merupakan remake dari film legendaris Indonesia "Ada Apa dengan Cinta?" (2002) yang diubah ke dalam format drama musikal. Ceritanya mengangkat latar tahun 2001, mengikuti kisah Cinta, siswa populer SMA, yang jatuh cinta pada Rangga, seorang anak introvert yang pemenang lomba puisi sekolah. Film ini dibintangi oleh Leya Princy sebagai Cinta dan El Putra Sarira sebagai Rangga, keduanya menjalani debut layar lebar melalui film ini. "Rangga & Cinta" mendapatkan perhatian khusus karena mengadaptasi karya yang sudah sangat dicintai penggemar film Indonesia, kini disajikan dengan sentuhan baru.

2. Esok Tanpa Ibu (Mothernet)

Film ini disutradarai oleh Ho Wi Dong dan merupakan salah satu film yang berkontribusi memberikan gambaran kuat soal isu sosial dan budaya. "Esok Tanpa Ibu" menjadi simbol kekuatan karya sineas muda Indonesia yang mampu bersaing di festival film internasional. Film ini juga masuk program kompetisi resmi BIFF 2025, menunjukkan pengakuan dunia terhadap kualitas ceritanya serta teknik produksi yang mumpuni.

3. Pangku (On Your Lap)

Disutradarai oleh Reza Rahadian, "Pangku" adalah film berfokus pada hubungan emosional dan nilai-nilai keluarga. Film ini turut berkompetisi dalam sesi utama BIFF, memperlihatkan ketajaman narasi dan kualitas akting para pemainnya. Kehadiran Reza Rahadian sebagai sutradara sekaligus aktor utama juga menjadi sorotan dalam festival ini. Film ini turut memperkuat posisi Indonesia di kalangan sineas Asia melalui BIFF 2025.

Selain ketiga film tersebut, BIFF 2025 juga menayangkan beberapa film produksi Indonesia lainnya, menandai momentum penting bagi perfilman nasional untuk mendapatkan pengakuan global dan memperluas jejaring internasional. Festival ini menjadi ajang strategis untuk mempromosikan karya-karya sinema Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara di bidang film.