Menjaga udara tetap bersih bisa dimulai dengan memilih transportasi publik (Sumber foto: CNBC Indonesia).
Untuk menekan angka polusi, pemerintah bersama berbagai pihak mulai mendorong masyarakat agar lebih banyak menggunakan transportasi publik. Moda seperti TransJakarta, MRT, LRT, dan KRL dianggap lebih ramah lingkungan karena mampu mengangkut ribuan orang sekaligus, sehingga mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya.
Menurut data Kementerian Perhubungan, penggunaan transportasi publik di Jakarta meningkat 23% sepanjang tahun 2023. Meski belum signifikan, tren ini menunjukkan kesadaran publik untuk beralih ke transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan mulai tumbuh.
Strategi Peningkatan Penggunaan Transportasi Publik
Beberapa langkah yang sedang ditempuh pemerintah daerah dan pusat antara lain:
- Integrasi moda transportasi: Penumpang dapat berpindah dari MRT ke bus atau KRL dengan satu kartu pembayaran.
- Penambahan armada dan jalur baru: MRT fase 2 dan LRT Jabodebek diharapkan mendorong lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
- Tarif terjangkau: Subsidi tarif dari pemerintah membantu menjaga biaya perjalanan tetap murah.
- Kampanye sadar lingkungan: Mengajak masyarakat untuk melihat transportasi publik sebagai kontribusi langsung dalam menekan polusi udara.
Masyarakat juga memiliki peran penting. Langkah-langkah sederhana seperti:
- Membatasi penggunaan kendaraan pribadi untuk jarak dekat.
- Menggunakan transportasi publik saat jam sibuk.
- Mendukung kebijakan lingkungan seperti car free day.
- Menjadi agen perubahan dengan mengedukasi lingkungan sekitar.
1 Komentar
paling sukak naik tije š¤©
BalasHapus